Masih ingat rasanya ketika tangan ini menggenggam butiran pasir hitam di tepian pelabuhan Dumai, 6 hari mengarung laut China Selatan bersama keluarga untuk pindah sementara di kota ini.
masih terbayang jelas kapal besar yg membawaku, Ayah Ibu dan adikku selama 6 hari mengarungi laut, melihat gemerlap Singapura dari kejauhan, terombang ambing dilaut , sirene darurat berbunyi saat air sebaian sudah masuk ke bagian depan kapal, orang2 berlari panik dan aku hanya melihat orang2 dewasa berlarian.
Tiba di Pekan baru pagi hari, cerah dan kami semua selamat
Kami tinggal di sebuah kampung bernama Kerinci ,dan hidup sangat sederhana
bermain dengan teman2 sebaya di sungai,, ladang2 dan hutan pinggiran. hingga pada suatu pagi pandanganku terganggu oleh pembukaan hutan yang memaksa penghuninya pergi dan mati karena kehilangan habitat aslinya. kera2 berteriak sahut2an dengan mesin besar pemotong kayu. mereka tergusur oleh pembukaan lahan dan pertanian baru bagi penduduk pendatang, seperti kami...
Pekan Baru, Riau 1990
Kami tinggal di sebuah kampung bernama Kerinci ,dan hidup sangat sederhana
bermain dengan teman2 sebaya di sungai,, ladang2 dan hutan pinggiran. hingga pada suatu pagi pandanganku terganggu oleh pembukaan hutan yang memaksa penghuninya pergi dan mati karena kehilangan habitat aslinya. kera2 berteriak sahut2an dengan mesin besar pemotong kayu. mereka tergusur oleh pembukaan lahan dan pertanian baru bagi penduduk pendatang, seperti kami...
Pekan Baru, Riau 1990
Tidak ada komentar:
Posting Komentar