One of the great thing about travel is it forces me into the moment, Whether Im dancing at a carnival in Calcutta, cruising through Loksado river in a bamboo , or star gazing with good friends in gulf of Jakarta. there is an addicting thrill in throwing myself into a single place, a single moment..
i will blow
Menu Tab
- Home
-
Catatan Perjalanan▼
- 73 Hari di Pekanbaru, Riau
- Bali,dan Sahabat yg telah pergi
- Tequilla dan Jogja yang penuh Cinta
- Purwakarta dalam dunia yang tidak berpihak
- Karangan,desa di lembah Latimojong Sulawesi
- Mengejar Cahaya dari puncak Gunung Cikurai Garut, Jawa Barat
- Romantisme Sunrise di Puncak Gunung Merapi
- Ikan Buntal di pembatas laut utara Semarang
- Gunung Pangrango, ah Sudahlah...
- Atas nama pembangunan, Tanjung Lesung Banten
- Bermain Arus liar sungai Amandit, Loksado, Kalimantan Selatan
- Gemerlap permata di Martapura, Kalimantan Selatan
- Tenang di arus Sungai Hitam dan Orang Utan yang berbahagia ,Pedalaman Palangka Raya
- Soekarno, Soeharto dan Mulusnya jalan Rusia di Palangkaraya
- Mahameru dalam sebotol air dukun
- Baduy , harapan terlalu berlebihan
- Sendiri, dalam pendakian Gunung Merbabu
- Menomor dua kan Rinjani, Lombok
- Desa Pekat, dan para pejuang kehidupan di kaki Gunung Tambora
- Tambora, si Cantik dalam tidur panjangnya
- Kisah sedih dalam segelas jus wortel di Bandara Changi, Singapura
- Malaikat yang terperangkap dalam tubuh ladyboy, di Phuket ,Thailand
- Gerimis dan nasi goreng porsi double di Bangkok, Thailand
- Hospitality di Calcutta India
- Menatap sunrise Himalaya dari Tiger Hill, Benggala Barat
- Hujan es di Sandakhpu, ketika mimpi menjadi kenyataan , Nepal
- Ulang Tahun di Kereta Taksaka Malam Jogja - Jakarta
- Jelajah 7 Pulau dan Bule Cantik dari Italy
- Berantai Berbagi di Desa Neglasari Cianjur
- Gunung Lembu dalam pendakian yang aneh
- Berdua saja di Kebun raya Bogor bersama Ranger cantik dari Pegunungan Dolomite Italy
- Menikmati Gemerlap Jakarta dari Pulau Onrust
- Mandi kembang menjelang summit , Gunung Bongkok
- My Stories▼
Sabtu, 27 Mei 2017
Bali, dan Sahabat yang telah pergi
Entah berapa kali aku mendengarkan lagu dg judul fool again dari boyband kenamaan saat itu, Westlife sepanjang perjalanan Purwokerto - Bali dalam rangka study tour kelas 2 SMK.
Masuk di sekolah favorit, jurusan favorit dan kelas favorit. bangga? senang? TIDAK SAMA SEKALI. lingkungan baru, makanan baru, teman2 baru tidak masalah, bermasalah adalah ketika teman2 bahkan hampir semua teman disini gila belajar.bangun pagi buta untuk belajar, mengurung diri dalam kamar , membaca , mengerjakan semua tugas sekolah, lalu berangkat sekolah tepat waktu, pulang sekolah langsung ke kosan dan kembali belajar hingga malam hari. omg melihatnya saja sudah pening kepala.
Sempet sakit di perantauan selama 2 bulan, tidak ada saudara sama sekal disini, berat badan drop hingga ke angka 41kg, orang tua ada di luar pulau. itulah yang menyebabkan aku bersahabat cukup dekat dengan beberapa teman, salah satunya adalah teman sekelasku.
Adalah "Icha" Kartika Rahmawati, cewek paling gaol di kelas, paling jago matematika dan pacarnya adalah penyiar radio . darinya aku sedikit tau tentang relationship dg lawan jenis yang saat itu masih agak jauh belum ada di pikiranku.
jadi ceritanya saat itu Icha sedang patah hati bersamaan dengan jadwal studi tour ke Bali, dia meminta ke panitia untuk dipastikan duduk bersebelahan dengan ku sampai suatu malam tibalah di Bali, menginap dikawasan Poppies, Kuta. lelah setelah melakukan perjalanan lumayan panjang dg sejuta kisah drama cinta icha, dia pun mengajaku jalan2 pergi keluar hotel berdua saja. sampai di depan sebuah warung dia tanya "lin, kamu pernah merokok" aku jawab aku belum pernah
lalu icha masuk ke warung dan membeli setengah bungkus sampoerna mild "lin, bathiri aku udud ya"
hahaha atas dasar persahabatan, ahirnya aku pun mencoba rokok untuk yang pertama kali, bersama icha, dengan batuk2 dan tertawa konyol kamipun melanjutkan cerita entah apa saja , seingatku tiba2 tak terasa sudah hampir pagi.
lulus sekolah kami pun berpisah, melanjutkan studi, bekerja merantau pindah2 kota dan putus komunikasi selama bertahun2. hingga suatu siang kami bertemu fesbuk, 8 tahun kemudian. senang karena Icha sudah menikah dengan kevin, cowok yang aku kenalin semasa smk dulu dan dia sudah berbahagia tinggal di Manado dengan 2 anak yg lucu. sering ngobrol walau hanya bertanya kabar, rencana reuni teman seangkatan setelah lebaran hingga rencana2 lain yang ingin segera terwujud untuk sekedar ketemu lagi.
Namun ternyata Tuhan tidak mengijinkan kami bertemu kembali, Icha di panggil pulang setelah mengalami penyumbatan kelenjar otak akibat kecelakaan motor th 2014.
Maafin aku cha,
belum sempet menjenguk bahkan disaat kamu sakit, semoga Tuhan mengampuni dosa2mu dan diberi tempat yang terbaik di sisiNya, Aaminn
Sampai bertemu kembali, Cha
Bali, 26 Juni 2000
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar