Bekerja sebagai buruh pabrik di Texmaco sebagai Production Planer membuat aku kehilangan sisi hidupku yang lain, kehidupan sosial.
kerja Senin- Sabtu, jam kerja dari jam 7 pagi hingga paling cepat jam 8 malam membuat materi yang aku dapat tidak berarti apapun.
libur menjadi barang mewah di sini, hingga pada sabtu sore dg tanpa persiapan Aku pergi ke Jogja bersama seorang kawan dekat dg menaiki bus yang aku berhentikan di jalan di dekat tol Cikampek.
Pagi tiba di Jogja, Sunrise dan nasi gudeg menyaba ramah di daerah entahlah aku lupa, yang jelas dekat dengan kawasan Hotel bintang 4 dimana saudara sepupuku bekerja sebagai bartender di situ.
Aku beristirahat di kosannya , tidur seharian,mematikan hp
"kamu kesini dong" itulah pesen sms yang aku terima setelah aku nyalakan hp selepas maghrib dari sepupu.
tiba di cafe hotel, duduk santai di pojokan,.ini, cobain? aku gak tau namanya ,satu sloki yang kata dia seharga Rp 300rb, agak ragu2 sampai dia meyaakinkan untuk nyobain mumpung disini, tenang gak akan mabuk
sampai sloki ke tiga dan baru dia menyebut kalau itu Tequilla.
Hari ke 2 di Jogja aku sempatkan untuk menemui teman2ku, entah mereka sedang kuliah atau punya bisnis di Jogja. semalam suntuk kami ada di pusat kota jogja, dari kopi joss, angkringan dg hiburan dari musisi jalanan , juga obrolan meriah dari teman2 yang sejak siang tadi aku temui dari satu tempat ke kempat lain.
Ah sudah, cukup.. menyenangkan sekali hari ini , memantabkan aku untuk segera resign dari kantor ku saat ini, aku cuma tidak mau hidupku tidak imbang.
3 bulan kemudian aku Resign disaat yang sama aku kasih penawaran kenaikan gaji dan asisten.
No Sir, these cant buy a moment.
Pamitan dan keluar kantor dengan hati yang sangat berbahagia
Bersyukur , keluar kerja hari sabtu, hari seninnya sudah masuk di Kantor baru lagi di kawasan Kuningan (ujung Rasuna Said) Jakarta Selatan , kembali menjadi buruh di Pusat kebudayaan Italy, under Italian Embassy
Jogja, Juli 2008
One of the great thing about travel is it forces me into the moment, Whether Im dancing at a carnival in Calcutta, cruising through Loksado river in a bamboo , or star gazing with good friends in gulf of Jakarta. there is an addicting thrill in throwing myself into a single place, a single moment..
i will blow
Menu Tab
- Home
-
Catatan Perjalanan▼
- 73 Hari di Pekanbaru, Riau
- Bali,dan Sahabat yg telah pergi
- Tequilla dan Jogja yang penuh Cinta
- Purwakarta dalam dunia yang tidak berpihak
- Karangan,desa di lembah Latimojong Sulawesi
- Mengejar Cahaya dari puncak Gunung Cikurai Garut, Jawa Barat
- Romantisme Sunrise di Puncak Gunung Merapi
- Ikan Buntal di pembatas laut utara Semarang
- Gunung Pangrango, ah Sudahlah...
- Atas nama pembangunan, Tanjung Lesung Banten
- Bermain Arus liar sungai Amandit, Loksado, Kalimantan Selatan
- Gemerlap permata di Martapura, Kalimantan Selatan
- Tenang di arus Sungai Hitam dan Orang Utan yang berbahagia ,Pedalaman Palangka Raya
- Soekarno, Soeharto dan Mulusnya jalan Rusia di Palangkaraya
- Mahameru dalam sebotol air dukun
- Baduy , harapan terlalu berlebihan
- Sendiri, dalam pendakian Gunung Merbabu
- Menomor dua kan Rinjani, Lombok
- Desa Pekat, dan para pejuang kehidupan di kaki Gunung Tambora
- Tambora, si Cantik dalam tidur panjangnya
- Kisah sedih dalam segelas jus wortel di Bandara Changi, Singapura
- Malaikat yang terperangkap dalam tubuh ladyboy, di Phuket ,Thailand
- Gerimis dan nasi goreng porsi double di Bangkok, Thailand
- Hospitality di Calcutta India
- Menatap sunrise Himalaya dari Tiger Hill, Benggala Barat
- Hujan es di Sandakhpu, ketika mimpi menjadi kenyataan , Nepal
- Ulang Tahun di Kereta Taksaka Malam Jogja - Jakarta
- Jelajah 7 Pulau dan Bule Cantik dari Italy
- Berantai Berbagi di Desa Neglasari Cianjur
- Gunung Lembu dalam pendakian yang aneh
- Berdua saja di Kebun raya Bogor bersama Ranger cantik dari Pegunungan Dolomite Italy
- Menikmati Gemerlap Jakarta dari Pulau Onrust
- Mandi kembang menjelang summit , Gunung Bongkok
- My Stories▼
Minggu, 28 Mei 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar