i will blow

***

Menu Tab

Senin, 29 Mei 2017

Mengejar Cahaya puncak gunung Cikuray

Terletak di kabupaten Garut dengan puncaknya setinggi 2.821mdpl dan merupakan gunung tertinggi ke 4 di Jawa Barat.
Aku berdua saja bersama Sekar, mendaki gunung itu pada Desember 2008 lewat jalur yang salah.
tersesat, medan basah semak tinggi dan ranting yang rimbun serta hujan besar sore ini membuat disorientasi medan. 
Menjelang malam, apapun yang terjadi tenda harus bisa berdiri, yang kami cari saat itu adalah tanah sedikit lapang yang cukup lah untuk tenda kapasitas 2 asal bisa berdiri.

Hujan hingga subuh, dan terbangun dengan sedikit kaget karena tenda berdiiri tepat di bibir jurang, tanpa ada sedikitpun tanda2 jalur pendakian yang umum. oke fix tersesat...

Setelah ritual masak memasak, dari masak tempe goreng dan ikan kembung yang kami bawa, lalu packing, kami bersepakat untuk mencari jalur tanpa membawa beban keril . keril kami tinggal.
mulai perjalanan dengan memanjat tebing setinggi hampir 8 meter, lalu menggunakan insting untuk menemukan jalur , hingga kurang lebih 40 menit kemudian kami menemukan jalur normal dengan tanda ikatan tali rafia yg menempel di pohon. kami ikuti arah hingga tiba di puncak Cikurai menjelang jam 2 siang.

Ah, kami tidak bisa menemukan jalan kembali untuk mengambil keril yang tadi di tinggal, sialnya hampir semua peralatan kami tinggal termauk emergency kit .

Hujan kembali turun, waktu bergerak cepat , tanpa bekal apapun selain badan dan semangat yang mulai drop.lelah teramat sangat karena kami harus kembali naik setelah turun sekitar 2 jam hanya berharap menemukan keril yang di dalamnya ada "penyelamat" seperti senter, jas hujan, dan makanan. dan tetap saja tidak ketemu.

ahirnya kami putuskan untuk turun secepat yang kami bisa , berlari jatuh bangun jangan sampai kehilangan cahaya matahari sebelum bertemu desa.
Jam 5, hujan besar masih belum ada tanda2 penduduk terdekat.

hingga ahirnya setelah kembali berlari berberapa saat aku melihat sebuah gubug petani, jauh.. 
masih jauh sampai ahirnya hampir mejelang malam , ditengah hujan besar kami bertemu dengan pencari kayu, senang sekali sampir pingsan bertemu mereka, kami diajak untuk ke rumah petani itu, setelah mandi dan pinjami pakaian lalu di suruh istirahat sebentar, baru kami sadar bahwa rumah itu sudah ramai oleh warga (terutama bapak2) yang mendengar kabar bahwa kami tersesat.
.......
Susu sapi murni hangat tersaji untuk kami berdua, didepan tungku perapian ditemani warga kami menceritakan apa yang terjadi.

panjang lebar kami bercerita hingga diputuskan besok bebeberapa warga akan naik mencari keril yang kami tinggalkan, kami akan ikut mencari tapi warga tidak mengijikan dengan alasan takut kelelahan, 

Sore, ke esokan harinya keril di temukan.. utuh ! Alhamdulillah
Kami masih harus bermalam ditempat ini semalam lagi, baru besok pagi rencana pulang ke Jakarta dengan kisah drama Cikuray yg seru luar biasa.

Setelah pamit dan memberi imbalan atas semua bantuan yang diberikan, kami hanya menyisakan uang yang pas untuk tiket pulang, ah bahagia sekali bisa bertemu orang baik seperti mereka.
mungkin suatu hari nanti saya akan kembali lagi..

Terima kasih Cikuray

Garut, Desember 2008









Tidak ada komentar:

Posting Komentar